Strategi Content marketing di Tahun 2020

strategi-content-marketing
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Menerapkan strategi konten marketing dapat meningkatkan presentase pertumbuhan bisnis secara signifikan. Dengan menghadirkan konten yang tepat, hasil yang efektif pun bisa Anda dapatkan tidak hanya untuk bersaing di perkembangan era digital yang pesat ini, namun juga tetap berada di depan dalam persaingan. Sayangnya, menyajikan konten tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa susunan strategi content marketing yang matang.

Ditambah lagi dengan tren konten yang sesuai dengan minat target audiens yang terus berubah, strategi content marketing penting untuk disusun terlebih dahulu sebelum mengeksekusinya.  Bagaimana dengan tahun 2020 ini? Apa saja yang harus diterapkan untuk eksekusi content marketing  pada tahun 2020? Berikut strategi content marketing untuk tahun ini yang telah dirangkum oleh tim Penulis.ID.

strategi-content-marketing
Content marketing bisa dipraktekkan oleh bisnis apapun. Photo Credit: Unsplash.com

Kenali Target Audiens

Tanpa mengenali target audiens Anda, maka kecil kesempatan Anda untuk mampu menghadirkan konten yang tepat untuk mereka. Dengan mengetahui siapa mereka, berapa umurnya, apa ketertarikannya, bagaimana kebiasaannya dalam berbelanja maupun mengakses internet, Anda akan lebih mudah untuk menentukan rupa konten seperti apa yang bisa Anda sajikan.

Anda dapat mengetahui target audiens ini dari apa yang Anda jual dan bagaimana branding bisnis Anda. Baru setelah itu, Anda dapat melakukan riset untuk mengetahui lebih mendalam siapa mereka.

 

Sesuaikan Strategi Content marketing Dengan Target Audiens

Apakah  target audiens Anda masuk dalam kategori milenial? Baby boomers? Atau generasi Z? Setiap generasi memiliki preferensi bentuk konten sendiri-sendiri. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Hubspot, terdapat perbedaan yang begitu jelas terhadap preferensi konten tiap-tiap generasi.

Menurut hasil riset tersebut, generasi yang lebih muda lebih menyukai konten dalam bentuk video dibandingkan bentuk konten yang lain. Untuk generasi yang lebih tua sendiri, mereka lebih menyukai konten email. Generasi muda juga lebih menyukai konten-konten sosial seperti foto dan unggahan dalam platform media sosial.

Siapapun target audiens Anda, selalu sesuaikan strategi content marketing yang dibuat untuk mereka. Anda harus membuat konten yang memang relevan untuk audiens. Apabila tidak relevan, Anda akan menarik audiens yang salah, sehingga tidak menghasilkan apapun.

 

Maksimalkan Platform Relevan Untuk Distribusi

Semua platfrom yang dimaksud di sini adalah platform yang menjadi tempat favorit target audiens Anda berada. Memaksimalkan seluruh platform tanpa terkecuali hanya akan membuang waktu dan energi ketika platform tersebut bukan merupakan di mana target audiens Anda bernaung.

Sesuai dengan data demografi yang dirilis oleh Sproutsocial, setiap platform media sosial mempunyai bentuk dan ukurannya sendiri-sendiri dengan pengguna dan strategi kontennya masing-masing. Oleh karena itu, tidak ada satu teknik pasti yang bisa digunakan untuk semua. Fokuskan strategi content marketing Anda hanya pada platform yang mempunyai user base yang sesuai dengat target audiens Anda.

 

Sesuaikan  Strategi Content marketing Dengan Platform Relevan

Menurut hasil laporan Hootsuite dalam Digital 2019 Indonesia, platform yang digemari oleh orang-orang Indonesia sendiri masih berkutat pada platform milik Facebook. Pada posisi pertama dengan angka 88%, Youtube masih menjadi platform favorit orang Indonesia.

Untuk posisi kedua diduduki oleh WhatsApp dengan angka 83%, posisi ketiga oleh Facebook dengan angka 81%. Berikutnya, posisi keempat oleh Instagram dengan angka 80%, posisi kelima oleh LINE dengan angka 59%, dan Twitter dengan angka 52%.

Semua platform tersebut mempunyai bentuk kontennya masing-masing. Setiap platform didesain berbeda, sehingga satu bentuk konten bisa sangat efektif di satu platform namun bisa sebaliknya di platform lain. Oleh karena itu, setelah mengetahui siapa target audiens Anda dan apa bentuk konten favorit mereka, maka saatnya menyesuaikan keduanya untuk platform relevan yang menjadi fokus content marketing Anda.

 

Pantau Tren

Meskipun sudah mengetahui target audiens, preferensi konten mereka, dan bentuk kontennya, tidak jarang jika Anda kesulitan menemukan topik untuk content marketing. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Anda untuk memantau tren di berbagai platform yang relevan dengan tarrget audiens. Di dalam platform tersebut, pasti terdapat perubahan tren terhadap topik yang dibahas.

Dari topik yang sedang menjadi tren, Anda bisa menemukan ide yang kemudian bisa diolah sebagai konten yang dipublikasi pada saat itu juga atau hari-hari berikutnya. Perlu diingat bahwa strategi content marketing yang memanfaatkan tren akan lebih baik jika dieksekusi secepatnya agar tetap relevan dengan tren saat itu. Saat target audiens merasa konten yang Anda sajikan relevan, maka engagement yang Anda dapat juga bisa lebih besar.

 

Buat Kalender Editorial

Percuma menyusun strategi content marketing jika eksekusinya tidak sesuai dengan rencana. Agar bisa dijalankan dengan sempurna, maka Anda perlu menyusun kalender editorial. Dengan kalender ini, Anda bisa menentukan kapan dan di mana saja suatu konten akan dipublikasi. Dengan begitu, tidak akan ada konten yang terlupakan. Teknik ini selalu dipratekkan oleh Penulis.ID untuk semua klien yang membeli paket content marketing.

Melalui kalender editorial ini, Anda juga bisa lebih mudah untuk mengatur konten “dadakan” yang dibuat berdasarkan tren yang menjadi prioritas untuk dipublikasi secepatnya. Kalender editorial adalah pemetaan strategi agar penerapan content marketing bisnis Anda bisa lebih teratur. Pemetaan ini termasuk perencanaan kapan membuat konten, mana yang harus diprioritaskan, hingga menentukan pihak mana saja yang akan terlibat dalam eksekusi konten.

 

Olah Data Untuk Berbagai Bentuk Konten

Pembuatan satu konten membutuhkan data komprehensif yang tidak jarang membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkannya. Agar data-data tersebut tidak “percuma” hanya untuk satu tipe konten saja, Anda bisa mengolahnya untuk dijadikan tipe konten yang lain.

Misalnya saja Anda membutuhkan data untuk membuat konten berupa artikel yang akan dipublikasi di blog. Data-data tersebut bisa Anda gunakan untuk membuat konten berupa infografis yang nantinya bisa dipublikasi di Instagram. Salah satu riset membuktikan bahwa konten infografis lebih banyak dibagikan dibandingkan dengan bentuk konten lain.

Anda juga bisa mengolah data-data tersebut menjadi narasi storystelling untuk video yang akan dipublikasi di Youtube. Dengan begitu, selain mendapatkan trafik melalui artikel dan infografis, Anda juga bisa mendapatkan trafik dari video.

Tidak sebatas hanya pada bentuk infografis, artikel, atau video, Anda bisa mengolah data menjadi bentuk konten lain sesuai dengan kreativitas. Data sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk satu bentuk konten saja, melainkan untuk berbagai bentuk konten lainnya juga. Selain bisa menghemat waktu untuk mengumpulkan data sebagai bahan konten, Anda juga bisa memaksimalkan jangkauan exposure di berbagai platform.

Agar bisnis Anda bisa lebih berkembang pada tahun ini, hindarilah hanya menyediakan konten tanpa penyusunan strategi content marketing yang jelas. Konten yang hanya asal membuat tidak mempunyai arah, sehingga akan lebih sulit untuk mencapai target yang ingin dicapai melalui content marketing.

 

Terapkan strategi content marketing yang terarah seperti yang telah dirangkum oleh Penulis.ID untuk mendapatkan marketing melalui konten yang tidak hanya efektif, namun juga memiliki hasil yang maksimal. Siapkah Anda untuk menyusun dan menerapkan strategi content marketing bisnis Anda tahun 2020 ini?

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Adhika Dwi Pramudita

Hey there. My name is Adhika Dwi and I’m currently living in Jakarta. Now I work as Business Development Director at Penulis.ID, digital content agency.