Tips Email Marketing: Contoh Call-To-Action yang Baik

pexels-photo-374074
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Email merupakan salah satu inovasi tertua yang ada di dalam internet. Email sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1960an sampai pertengahan 1970an. Pada saat itu, penggunaan email masih terbatas antar komputer terdekat, kampus dan instansi pemerintah. Terbatasnya penggunaan messenger, membuat email menjadi cara utama untuk berkomunikasi antar komputer.

Pada era modern sekarang, banyak yang mengatakan bahwa email akan segera punah, karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi messenger. Padahal sebaliknya, penggunaan email semakin dirasa penting karena bersifat personal. Tidak hanya digunakan sebagai komunikasi personal atau bisnis, email juga berkembang untuk dibuat sebagai alat promosi atau disebut dengan email marketing.

Email marketing adalah salah satu alat yang tepat untuk menawarkan produk atau jasa, karena email bersifat personal atau pribadi. Bagi sebagian pebisnis atau orang yang melek internet, email akan terhubung di semua perangkat, mulai dari smartphone, komputer sampai laptop. Menurut data dari Pew Research Center, setidaknya 52% pengguna smartphone di Amerika Serikat ini mengakses email melalui smartphone.

Dengan sederet keuntungan di atas, bukan berarti email marketing ini tidak ada kelemahannya. Jika Anda sembarangan dalam membuat email marketing, kemungkinan email Anda dibaca akan semakin mengecil. Padahal, tujuan utama email marketing adalah membuat pembaca membuka email dan tertarik dengan produk/jasa yang Anda tawarkan. Salah satu kunci dari tips email marketing adalah call-to-action (CTA). CTA adalah kata-kata yang mengajak pembaca email untuk men-klik promosi yang ada di dalam email dan akhirnya mereka membeli produk/jasa Anda. Sekarang kita akan membahas bagaimana caranya membuat call-to-action pada email marketing yang baik.

 

Lebih Baik Pilih Non Gambar

MarketingLand.com mempunyai riset bahwa setidaknya 60% orang akan menonaktifkan gambar pada email. Alasannya bermacam-macam, mereka takut ada spam yang masuk, kuota internet terbatas, atau sekedar mereka tidak mau membuka email yang terlalu berat. Jadi untuk cara pertama membuat CTA yang baik adalah jangan membuat CTA dari gambar, melainkan gunakan tulisan. Walaupun hanya berupa tulisan, Anda bisa mengombinasikannya dengan huruf kapital, font besar dan jangan lupa untuk membuat blok tulisan dengan warna mencolok.

Jika di perusahaan Anda ada bagian Informasi Teknologi (IT) sendiri, Anda bisa menggunakan kode HTML untuk membuat button di dalam CTA Anda. Semakin sedikit gambar, maka akan membuat pembaca email Anda akan langsung terfokus kepada CTA Anda.

 

Gunakan Hanya 1 Gambar Besar pada Email

Sekarang sedang musim gambar yang mempunyai desain yang sangat menarik. Tidak perlu banyak kata-kata pembuka, Anda bisa menggunakan hanya 1 gambar besar pada email. Cara ini sebenarnya cukup efektif untuk dalam urusan CTA, karena kemungkinan besar pembaca email akan melihat gambar dan melakukan klik ke website Anda.

Tetapi seperti dijelaskan pada poin pertama, Anda harus bersiap menghadapi subscriber Anda yang tidak mempunyai banyak kuota internet atau yang menggunakan gadget lama. Jadi sebaiknya sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan gambar pada email, pastikan desain gambar yang Anda punyai ini bagus dan sebagian besar subscriber Anda adalah SES B ke atas.

 

Membuat CTA Tidak Harus pada Akhir Email

1

Banyak orang yang membuat CTA di dalam akhir email. Memang itu tidak sepenuhnya salah, karena jika isi email singkat membuat CTA di akhir email adalah ide yang bagus. Tetapi sebaliknya, jika isi email cukup panjang, membuat CTA di akhir email akan memperkecil kemungkinan pembaca email untuk melakukan klik. Jadi Anda harus pintar-pintar meletakkan CTA di dalam email. Kami akan memberikan contoh call-to-action bagaimana meletakkannya di dalam email yang baik.

Email dari LinkedIn di atas sangatlah sederhana dengan button CTA yang berwarna mencolok. Dari sini para pembaca email akan bisa langsung membaca sekilas dari subjek kemudian men-klik button CTA.  Anda bisa belajar dari CTA LinkedIn di atas, jangan terlalu banyak gambar mencolok, kata-kata yang terlalu panjang. Buatlah sesederhana mungkin agar para pembaca juga tidak bosan menerima email dari Anda.

 

Jika Email Anda Terpaksa Panjang Ulangi CTA Anda

Logikanya adalah semakin banyak CTA yang Anda buat, maka semakin tinggi pula para pembaca email Anda bisa menuju website Anda. Jadi, jika email yang dibuat terpaksa cukup panjang, Anda bisa membuat beberapa CTA di beberapa tempat. Misalnya di awal email, di tengah dan di akhir email. Coba buat dengan variasi yang menarik perhatian, misalnya link di dalam kalimat atau button dengan warna yang mencolok.

Salah satu email dari KissMetric, ini juga bisa Anda jadikan contoh. Mereka membuat email hampir tanpa gambar dan lebih mengarah ke artikel. Dengan begini, para pembaca email Anda lebih mudah tertarik dengan link CTA yang ada pada kalimat.

2

Buat CTA yang Urgency

Tips membuat CTA yang baik selanjutnya adalah membuat email yang bersifat urgency atau darurat. Misalnya Anda mempunyai promo, Anda bisa membuat CTA seperti “Promo Hanya Hari Ini” atau “Promo Bisa Anda Dapatkan Sampai Pukul 19:00 WIB”. Urgency ini ternyata masuk ke dalam psikologi manusia, jadi ketika manusia mengetahui ada sesuatu yang urgent, kemungkinan untuk membeli akan menjadi lebih besar.

Seperti artikel dari Greg Ciotti berjudul Customer Psychology, ketika pembeli dihadapkan dengan sesuatu yang urgent, kebanyakan pelanggan akan memutuskan untuk membeli. Lalu bagaimana cara membuat CTA yang bersifat urgency ini? Coba perhatikan email dari Dunked yang mengirimkan email bersifat urgency untuk mengaktifkan akun.

3

Tetapi ingat, jangan sampai Anda mengirimkan email yang bersifat urgency ini berkali-kali. Jika Anda terus melakukan hal tersebut, maka besar kemungkinan Anda akan kehilangan subscriber email Anda. Jadi untuk email urgency, bisa Anda lakukan sekitar 2 minggu atau sebulan sekali.

 

Buat Email Marketing yang Unik

Setidaknya ada puluhan jenis email marketing yang bisa Anda coba. Mulai dari pengumuman, promosi, artikel, newsletter, event update ataupun email konfirmasi. Nah untuk mendapatkan kemungkinan email marketing Anda berhasil, Anda bisa membuat email marketing yang unik. Kami akan memberikan contoh tips email marketing yang unik.

Pertama Anda bisa membuat email tentang feedback yang bisa diisi oleh subscriber Anda. Misalnya Anda memberikan 5 kategori penjualan yang paling laris, dari situ pembaca email bisa memilih dari 5 kategori mana yang paling menarik. Dari situ, kemungkinan Anda mendapatkan klik di dalam email akan semakin besar.

Kedua, Anda bisa membuat email yang bersifat personal. Misalnya Anda mengirimkan email atas nama pribadi bukan atas nama perusahaan. Dengan begini subscriber Anda tidak menekan tombol mark as read atau bahkan menekan tombol spam.

 

Cara Memaksimalkan Call-To-Action

Kunci dari tips email marketing adalah pengalaman dan percobaan yang Anda lakukan. Anda tentu tidak bisa langsung menemukan formula yang pas di dalam email marketing, Anda membutuhkan puluhan percobaan sebelum akhirnya mendapatkan formula email marketing dan call-to-action yang pas. Sekarang kami akan menjelaskan bagaimana cara memaksimalkan email marketing setelah Anda menerapkan contoh call-to-action di atas.

  • Tes Email Marketing/Call to Action ke dalam beberapa kategori

Jika Anda mempunyai database subscriber email yang cukup besar, Anda bisa membagi ke dalam beberapa kategori. Misalnya Anda mempunyai 1000 database, bagi ke dalam 4 grup. Masing-masing grup ini diisi oleh jenis email marketing/call-to-action yang berbeda-beda. Tujuannya adalah mengambil jenis email marketing/call-to-action yang cocok digunakan untuk subscriber Anda. Tetapi misalnya setelah grup-grup tadi email marketing Anda tidak maksimal, jangan berhenti sampai di situ, buat jenis email marketing/call-to-action lain.

  • Jangan Mengirimkan Email Marketing Terlalu Sering

Walaupun Anda telah mempunyai jenis email marketing/call-to-action yang pas, jangan malah mengirimkan email kepada subscriber ini setiap hari. Jika hal tersebut terus Anda lakukan, Anda bisa kehilangan subscriber. Dan lebih parahnya lagi, email provider bisa menganggap email Anda masuk ke dalam kategori spam.

Jadi Anda harus mengetahui apa saja tata krama “tidak tertulis” ketika mengirimkan email marketing. Buat maksimal 2 hari sekali dan minimal pengiriman adalah 1 minggu sekali.

  • Email Marketing Tidak Membutuhkan Banyak Biaya

Sekedar informasi, untuk melakukan email blast kepada subscriber, Anda mungkin hanya membutuhkan sekitar 10-20 dolar per bulannya. Jadi Anda hanya mengeluarkan biaya sekitar 200 ribu sampai 300 ribu rupiah per bulan untuk melakukan promosi. Coba bandingkan dengan iklan di televisi, koran, website ataupun membuat brosur.

Jadi, Anda bisa meluangkan waktu yang cukup banyak untuk mengembangkan dan melakukan serangkaian tes di email marketing ini.

Studi dari Nielsen, mengatakan bahwa 28% pembeli online di Amerika Serikat ini pasti melakukan pendaftaran email untuk mendapatkan informasi. Jadi seharusnya, Anda sudah mendapatkan setidaknya 28% pembeli yang pasti tertarik dengan barang Anda. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memanfaatkan tips email marketing menjadi alat promosi yang efektif.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Dior Asning Kosyu

Wordsmith