Tips Mengatur Manajemen Social Media Bagi Influencer

iklan-itu-penting
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pada video “Draw my Live” dari seorang influencer besar, yaitu Reza Oktovian, memperlihatkan bahwa kerja keras dan konsisten dalam membuat sebuah konten akan menghantarkan sesorang kepada impian yang dicita-citakan. Pada artikel kali ini, kami bukan ingin membahas bagaimana Reza Oktovian ini meraih mimpi-mimpinya, tetapi bagaimana Reza sukses menjadi seorang influencer di social media. Sekarang Reza mempunyai 2,3 juta subscribers dan followers Instagram mencapai 2,6 juta.

Dalam beberapa kali kesempatan, Reza mengatakan bahwa uang yang didapat paling banyak ini dari brand, bukan AdSense. Sebuah brand lebih suka mengincar seorang influencer yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak muda. Bahkan brand rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah agar seorang influencer bisa mempromosikan brand mereka serapi dan semulus mungkin. Tidak hanya di YouTube, influencer ini ada di semua social media.

Lalu apa saja hambatan setelah dijuluki social media influencer? Selain bagaimana mencari sponsor agar terus mendapatkan pembiayaan bulanan, seorang social media influencer harus memikirkan bagaimana maintenance dan manajemen setiap harinya. Ya, manajemen social media sangat penting.

Jangan salah, banyak sekali influencer yang sibuk dalam membuat konten untuk sebuah brand dan pada akhirnya mereka lupa untuk berinteraksi dengan para followers-nya. Hasilnya sangat signifikan, bisa jadi mereka akan ditinggalkan oleh para brand. Tanpa manajemen social media yang baik, hasil juga tidak akan terlalu baik.

Nah di dalam artikel kali ini kami akan mencoba membahas bagaimana seorang influencer ini bisa melalukan manajemen social media dengan baik. Tidak hanya untuk terus menjaga jumlah followers, tapi juga bagaimana Anda bisa posting secara konsisten, dan tentu interaksi dengan followers. Simak beberapa langkah-langkahnya yang telah disusun tim Penulis.ID di sini.

 

Pahami semua jenis social media

Setiap influencer pasti mempunyai 1 social media andalan, entah itu Instagram, Twitter, atau YouTube. Tetapi apakah Anda tahu bahwa ternyata setiap social media ini mempunyai jenis yang berbeda-beda. Misalnya bagaimana audience dari Facebook ini berbeda dengan Twitter dan Instagram, karena perbedaan itulah Anda akan harus melakukan pendekatan dan tujuan yang berbeda-beda. Simak penjelasan lengkap yang sudah kami rangkum dari lyfemarketing di sini.

  • Facebook

Social media dengan pengguna terbanyak di dunia ini sebenarnya sangat tricky untuk dipilih, pertama setelah algoritme timeline berubah di awal tahun 2018 dan kedua adalah Facebook mencakup hampir seluruh lingkup masyarakat. Jika Anda ingin menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Anda bisa membuat Facebook Pages yang berisi konten spesialisasi Anda. Tetapi jika memang demografi di social media Facebook tidak cocok dengan audience Anda, jangan dipaksakan untuk fokus ke social media ini

  • Twitter

Secara jenisnya, Twitter adalah social media yang sangat unik. Anda tidak perlu menuliskan caption yang panjang, tetapi Anda bisa berinteraksi dua arah dengan nyaman. Jadi bisa dibilang, Twitter adalah social media dengan jenis percakapan yang sangat baik bagi para influencer. Selain itu demografi di Twitter ini didominasi oleh anak muda, dibandingkan Facebook yang lebih merat secara demografi.

  • YouTube

Keuntungan menjadi seorang YouTuber adalah dia bisa mempunyai 2 jenis social media yang difokuskan. Seorang YouTuber tidak harus post video selama setiap harinya, cukup seminggu atau bahkan 2 minggu sekali. Jenis penggunanya pun sudah jelas, ketika mereka subscribe di akun Anda, mereka sudah 80% akan suka dengan konten Anda. Saat ini sudah mulai banyak manajemen social media yang berfokus di YouTube.

  • Instagram

Dari semua social media, mungkin Instagram adalah social media yang wajib dipunyai bagi seluruh influencer. Apalagi sekarang telah muncul Instagram Stories, yang memungkinkan Anda tidak perlu post setiap hari, cukup membuat 1-2 Instagram Stories saja. Di sini Anda juga bisa berinteraksi dengan followers Anda melalui komentar ataupun Direct Message.

  • LinkedIn

Menjadi influencer di LinkedIn di Indonesia memang sangat jarang, karena LinkedIn masih fokus dibuat untuk mencari pekerjaan. Padahal jika Anda seorang influencer di LinkedIn, ada kemungkinan Anda mendapatkan kerja sama dengan brand besar. Jika Anda seorang pebisnis, selain Twitter dan Facebook, LinkedIn adalah social media wajib.

 

Membuat strategi

Setelah Anda memilih social media mana yang cocok untuk Anda, sekarang saatnya Anda membuat strategi. Di sini yang dimaksud dengan strategi adalah seberapa sering Anda akan membuat konten dan jenis konten apa yang akan Anda post. Cara membuat strategi ini bisa dilihat dari jenis audience Anda, apakah mereka suka dengan tipe konten A atau tipe konten B, atau apakah ada pendekatan lain yang ternyata bisa membuat para followers Anda sukai.

Buat beberapa jenis konten yang memang memancing untuk terjadinya percakapan, atau sekadar brand awareness? Buatlah variasi konten agar para followers Anda tidak bosan nantinya. Semua ini harus benar-benar Anda persiapkan dengan mata di dalam strategi konten.

 

Buat jadwal

Setelah strategi telah ditentukan, sekarang saatnya membuat jadwal. Membuat jadwal yang dimaksud adalah apa saja sih yang akan di-posting sesuai dengan strategi. Misalnya apakah Anda menjadwalkan post Instagram seminggu 3 kali dengan jumlah Instagram Stories mencapai 5 kali sehari? Atau Anda fokus untuk membuat post Instagram dibandingkan Instagram Stories. Pihak dari manajemen social media Anda biasanya akan mengatur hal ini.

Jika Anda memiliki strategi untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Anda bisa melakukan mirroring di social media lain. Misalnya konten untuk Twitter akan sama dengan konten untuk Facebook. Cara ini sangat ampuh untuk meningkatkan engagement di salah satu social media tersebut.

 

Beriklan

iklan-itu-penting
Iklan juga penting untuk influencer social media

Nah ketika Anda sudah mempunyai strategi dan jadwal yang pas, Anda yang mungkin tidak memiliki waktu banyak bisa lebih fokus dalam membaca komentar ataupun berinteraksi dengan para followers. Cara ini bisa Anda lakukan saat waktu senggang. Selain itu, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan boost post dengan cepat saat Anda sangat sibuk untuk melakukan post, yaitu dengan beriklan.

Dalam 1 bulan, Anda bisa melakukan 1-2 kali iklan untuk meningkatkan followers dan juga engagement, dengan begini Anda bisa fokus dalam membuat konten lain yang lebih menarik. Untuk iklan ini semua tergantung jumlah budget yang Anda punyai.

 

Gunakan manajemen social media profesional

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengatur social media bagi seorang infleuncer adalah kerja sama dengan manajemen social media profesional. Sekarang ada banyak sekali agency yang menawarkan jasa manajemen social media yang bisa dikelola secara profesional. Bahkan ada beberapa agency yang menawarkan untuk mencari endorsement kepada brand, jadi Anda tinggal duduk manis posting dan menerima laporan setiap bulannya.

Tetapi semua itu terserah Anda, apakah ingin membuat jadwal bulanan dan ingin bersantai-santai dalam membuat sebuah konten. Atau Anda ingin lebih mudah dengan semua diuruskan oleh tim manajemen social media Anda dengan menggunakan jasa seperti Penulis.ID. Lalu apa pilihan Anda?

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Dior Asning Kosyu

Wordsmith. Head editor at Penulis.ID