Belajar Social Media Campaign dari 3 Brand Ini

black-friday
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Di era digital sekarang ini berbagai bisnis memanfaatkan sosial media untuk membangun branding. Penggunaan sosial media bertujuan untuk promosi produk, konten, ataupun jasa secara online. Memanfaatkan social media marketing untuk keperluan bisnis sangat penting karena semua orang saat ini hampir seseluruhnya memiliki media sosial, bahkan sebagian orang juga yang mempunyai lebih dari satu akun media sosial. Berikut tim Penulis.ID telah merangkum social media campaign dari 3 brand hebat yang bisa kita pelajari.

 

1. Social Media Campaign Wealthsimple’s #InvestingForHumans

Wealthsimple adalah fintech dan robo-advisor yang berbasis di Toronto. Mereka menggunakan pendekatan down-to-earth pada konsumen ketika melaunching produk mereka. Mereka tahu persis bahwa strategi mereka akan tepat untuk demografi usia rata-rata yang berusia 29 tahun. Mereka juga tahu bahwa demografi tersebut bisa dicapai melalui media sosial, dengan gaya komunikasi sederhana.

Wealthsimple menjadi terkenal karena gaya kampanye iklannya yang tidak biasa untuk firma keuangan. Tetapi kampanye yang akan difokuskan dalam artikel ini adalah kampanye #InvestingForHuman. Platform yang digunakan adalah Facebook, Instagram, YouTube, Twitter.

 

Apa yang Wealthsimple lakukan?

Mereka mewawancarai ratusan orang yang mengalami masalah keuangan. Wealthsimple menggunakan jasa filmmaker terbaik untuk membuat orang-orang membagikan cerita keuangan mereka yang paling jujur dan langsung di tempat tersebut. Mereka menggunakan latar belakang dinding polos dan membuat tampilan feed media sosial yang sengaja dirancang sedemikian rupa. Kemudian, mereka menyebarluaskan wawancara tersebut di seluruh web, dan di TV.

Mereka bukan orang bayaran Wealthsimple tapi orang-orang biasa tanpa rekayasa. Sehingga filmaker bisa menangkap emosi orang-orang tersebut dengan baik terkait keuangan mereka. Anda akan mendapatkan pesan yang Wealthsimple coba sampaikan, tanpa mereka benar-benar mengatakannya yaitu tentang ajakan untuk berinvestasi sekarang juga dan jangan membuang waktu. Hasilnya luar biasa,1.851.028 kali penayangan YouTube dalam lima bulan hanya untuk satu video, ribuan tayangan di Instagram yaitu 4.863 penayangan dalam lima bulan

 

Apa yang bisa dipelajari?

Gunakan bahasa yang dapat dipahami oleh target pasar Anda. Tidak perlu menjual produk, Anda dapat menjual ide yang terkait dengan produk. Jadilah kreatif dengan mencoba kampanye media sosial diluar norma-norma industri. Gunakan video online, dan lakukan dengan baik. Temukan talent yang sekiranya dapat mewakili ide Anda dengan baik, bukannya dari biro iklan terbesar. YouTube bukan satu-satunya tempat untuk memposting video. Coba juga Twitter, Instagram, dan Facebook. Anda bisa membayar iklan untuk menyebarkan video yang Anda buat.

 

2. Social Media Campaign iHeartDogs: Diskon 0%

iHeartDogs adalah perusahaan yang dibangun berbasis sosial. Jadi, setiap kali Anda membeli salah satu produk, mereka akan menyumbangkan makanan ke tempat penampungan anjing.Selain makanan anjing dan collar, perusahaan juga menjual beberapa perlengkapan anjing. Tetapi situs mereka bukan hanya platform e-commerce tapi merupakan situs web dog lifestyle. Bahkan ada kategori blog DIY untuk belajar cara membuat tempat tidur anjing terbaik, atau memanggang makanan untuk anjing. Mereka menggunakan platform Facebook untuk berkampanye.

 

Apa yang dilakukan iHeartDogs?

black-friday
Black Friday. Photo Credit: MMI9

Biasanya, perusahaan ingin mendorong penjualan dengan diskon, terutama pada Black Friday. Tetapi pada Black Friday 2017, iHeartDogs meluncurkan kampanye media sosial yang tidak biasa: 0% off. iHeartDogs membuat iklan yang memberi tahu pengikut Facebook bahwa mereka tidak memberi diskon apa pun untuk pembelian produk. Tetapi itu tidak menghentikan perusahaan mendapatkan penjualan empat kali lipat. Alih-alih memberi diskon untuk pelanggan, kampanye mereka menyampaikan pesan untuk menggandakan sumbangan dari pembelian yang dilakukan selama akhir pekan tersebut (Black Friday to Giving Tuesday).

Tujuan kampanye mereka adalah memberi 100.000 makanan untuk anjing yang membutuhkan dan mereka melipatgandakannya. Hasilnya penjualan produk meningkat empat kali lipat antara Black Friday dan Giving Tuesday. Menurut CEO dan Co-Founder Justin Palmer, dampak yang paling penting adalah loyalitas pelanggan. Perusahaan ini menerima ratusan email ucapan terima kasih dan komentar di media sosial karena telah membantu hewan dengan tidak mendiskon produknya.

 

Apa yang bisa dipelajari?

Lakukan sesuatu yang tidak biasa, tetapi dengan pesan dan tujuan yang baik, serta jangan lupa untuk menjelaskannya.Bangun kebaikan sosial ke dalam kampanye media sosial Anda untuk menarik perhatian. Rencanakan dan buat materi iklan yang dirancang dengan baik untuk menggaet pelanggan dan menunjukkan profesionalisme perusahaan Anda.Tentukan gol seacra spesifik dan ukur hasil yang didapat. Ingat untuk menghargai secara kualitatif, dan bukan hanya kuantitatif ketika menyangkut engagement pelanggan dengan brand Anda. Permudah pelanggan untuk membeli dari postingan media sosial Anda.

 

3. Social Media Campaign Lowe’s #LowesFixInSix

Lowe menggunakan format video kreatif dan DIY dalam kampanye media sosial mereka. Lowe menggunakan video 6 detik untuk memulai ide media sosial #LowesFixInSix  tentang DIY dan “fix it” hacks untuk rumah. Video ini luar biasa karena menggunakan animasi stop motion. Lowe menjual produk untuk melakukan DIY, alih-alih menjual produk, Lowe memasarkan hasil akhirnya. Yaitu, rumah yang diperbaiki oleh Anda sendiri dan terlihat baik untuk harga yang terjangkau. Platform yang digunakan adalah Instagram, Twitter, Snapchat, Vine.

 

Apa yang dilakukan Lowe?

Lowe meggunakan video kreatif yang menarik generasi milenial dengan menggunakan anggaran rendah ($ 5.000 untuk satu seri). Untuk memudahkan audiens menemukan video inspiratif dan bermanfaat ini, perusahaan juga menggunakan hashtag untuk menentukan seri DIY mereka, termasuk #Hypermade, berdasarkan aplikasi Hyperlapse Instagram. Video #Hypermade memiliki lebih dari 40.647 penayangan. Lowe membuat video “Made in a Minute” dengan menggunakan video 360 derajat di Facebook untuk menampilkan petunjuk langkah demi langkah tentang mengerjakan proyek.

Serial “In-a-Snap” ramah bagi pengguna Snapchat yang menampilkan panduan cara menyelesaikan proyek DIY dalam gaya virtual. Hasilnya, selain mendapatkan puluhan ribu tampilan dan engagement di media sosial, Lowe memenangkan beberapa penghargaan industri yaitu : Clio Awards 2016, Digital / Mobile Category (untuk seri “In-a-Snap”), penghargaan Webby 2017 Honoree untuk  kampanye “Made in a Minute”, penghargaan Facebook 2017 kategori Wow (untuk kampanye “Made in a Minute”), liputan media dalam publikasi Ad Age, Adweek, dan Mashable.

 

Apa yang bisa dipelajari?

Selalu gunakan hashtag untuk memudahkan pelanggan mendapatkan konten Anda. Tidak perlu menghabiskan banyak uang atau menggunakan peralatan mahal untuk membuat kampanye media sosial yang berkualitas. Tunjukkan kepada pelanggan cara menggunakan produk Anda. Manfaatkan tools yang diberikan oleh aplikasi media sosial. Misalnya menggunakan video 360 derajat di Facebook, dan video tap-to-pause, dll.

Sebarkan konten Anda di sebanyak mungkin jaringan sosial, meskipun itu berasal dari satu platform dan pastikan pers serta media tahu social media campaign Anda. Meskipun tidak semua kampanye media sosial menunjukkan hit-point dan data yang jelas, hal itu cukup efektif untuk social media campaign brand Anda.

 

Itu dia rangkuman dari tim Penulis.ID tentang contoh social media campaign dari 3 brand yang sukses dan bisa Anda pelajari. Social media campaign tidak sama dengan strategi pemasaran media sosial secara keseluruhan. Karena social media campaign biasanya memiliki periode awal dan akhir yang jelas, memiliki tujuan khusus, dengan hasil yang bisa dievaluasi kembali untuk perbaikan.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Inas Twinda

Inas adalah penulis senior di Penulis.ID. Dia telah membantu berbagai perusahaan seperti Traveloka dan Bukalapak untuk memproduksi artikel demi keperluan konten marketingnya.