Contoh Social Media Campaign yang Berhasil

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Social media campaign merupakan strategi digital marketing terencana untuk mencapai berbagai tujuan. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan brand awareness, brand recall, hingga konversi menuju penjualan. Hingga kini, sudah tidak terhitung berapa banyak kampanye oleh bisnis di social media

Sebelum memulai campaign untuk bisnis Anda sendiri, ada baiknya mendalami beberapa contoh social media campaign yang berhasil menarik perhatian netizen. Mari simak selengkapnya di artikel ini!

Apa itu social media campaign?

Secara sederhana, definisi dari social media campaign adalah aktivitas pemasaran yang dirangkai untuk memperkuat sentimen atau informasi mengenai suatu brand melalui social media. Kampanye lewat media sosial merupakan bagian dari social media marketing, yang berada di bawah payung digital marketing. Sehingga, biasanya penanggung jawab dari taktik ini merupakan social media specialist atau social media manager dalam suatu perusahaan.

Dalam merencanakan campaign di social media, biasanya penentuan tujuan didasari oleh prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Ini bakal membantu evaluasi di akhir periode. Tujuan SMART bisa berbunyi, “Meningkatkan brand awareness sebesar 50% pada akhir Mei 2023”, atau bisa juga semacam “Menambah 3.000 kunjungan website hingga Desember 2023”.

Masih bingung bagaimana gambaran nyatanya? Di bawah ini, Anda bisa langsung menyimak empat contoh social media campaign yang berhasil! Mulai dari kampanye gabungan online dan offline sampai full online, masing-masing memiliki keunikannya tersendiri..

Contoh social media campaign yang berhasil

  • Netflix: “The Thing” untuk Series Wednesday

Jika update dengan dunia perfilman Netflix, kemungkinan Anda sudah tahu mengenai series Wednesday. Seminggu setelah merilis 8 episode season pertamanya, Netflix melepaskan The Thing untuk “berkelana” keliling New York. Thing sendiri merupakan tokoh fiksi dalam series yang berwujud sepotong tangan buntung. Terdengar cukup seram, ya? Anda bisa melihat praktiknya di channel YouTube Netflix berikut.

Masyarakat New York tampaknya cukup terhibur dengan adanya kampanye ini, meski reaksi awalnya pasti kaget. Bayangkan saja, bagaimana kalau Anda disambut oleh tangan tanpa badan saat akan membeli donat di pinggir jalan? Warga yang mengalaminya pun terkejut, tapi kemudian tertawa geli.

Usai meramaikan jalan New York, tidak heran kampanye ini menjadi buah bibir di berbagai platform sosial, seperti Twitter dan Instagram. Namun, itu bukan tanpa dorongan dari tim Netflix sendiri. Selain YouTube, Netflix turut membagikan kegiatan pemasaran tersebut melalui berbagai media sosial resminya. Netizen pun sontak menaruh perhatian terhadapnya.

Source: Twitter @Netflix
  • Dove: Reverse Selfie

Sukses besar dengan Real Beauty campaign selama 2004 sampai 2019, Dove kembali meramaikan media sosial lewat kampanye barunya, Reverse Selfie. Video untuk kampanye ini awalnya memperlihatkan seorang gadis berusia 13 tahun yang mengunggah selfie dirinya lewat media sosial. Tapi, suasana video kemudian bergerak mundur, menunjukkan proses editing sampai proses lainnya untuk sekadar tampil cantik di media sosial. Pada akhir video, tertulis, “Let’s Change Beauty.” 

Sejak lama, Dove membangun identitas bisnisnya sebagai brand kecantikan yang mendorong self-love. Ketika mengintip website-nya, Dove memiliki menu khusus untuk membahas Dove Self-Esteem Project. Branding kuat ini pun berhasil membuatnya terus bertahan di benak konsumen.

  • Gojek: #PesanDariRumah
Source: Gojek

Ketika dunia dihadapi pandemi, Gojek meluncurkan campaign J3K (Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan) pada 2021 lalu. Campaign itu diikuti dengan #PesanDariRumah, gerakan penyampaian “surat kecil” dari mitra driver Gojek kepada pengguna layanan GoRide dan GoCar. Isi pesannya beragam, tapi semuanya mengandung pesan utama agar saling menjaga di tengah merebaknya virus.

Source: Gojek

Tidak hanya soal protokol kesehatan, ada juga pesan dari anak mitra driver GoCar yang mengingatkan sang ayah agar ingat sedekah dan sholat. Membacanya bisa membuat hati terenyuh seketika.

Source: Gojek
  • Pore Hero: #ShowYourPores
Source: Instagram @poreherobeauty

Sesuai dengan namanya, Pore Hero adalah brand skin care yang berfokus pada perawatan kulit wajah. Brand lokal ini menekankan bahwa kita perlu percaya diri akan kulit alami yang dimiliki, meski tidak sempurna. 

Social media campaign #ShowYourPores dilangsungkan melalui Instagram, di mana Pore Hero mengajak audiensnya untuk mengunggah wajah tanpa filter sembari tag @poreherobeauty. Hasilnya, puluhan pengguna pun turut serta dalam kampanye ini. 

Source: Instagram @poreherobeauty

Begitu dilihat lebih dekat, Pore Hero memang didirikan oleh seorang acne fighter yang sempat merasakan sulitnya mencintai diri sendiri. Bahkan, perempuan bernama Valencia Nathania itu mengaku pernah takut keluar rumah akibat jerawatnya. Namun, mengutip wawancaranya dengan Female Daily, Valencia kemudian menyadari bahwa kita tidak akan pernah puas jika belum mencintai kulit kita sendiri, apa pun kondisinya. 

Pola pikir itu pun mendorong dirinya untuk menghadirkan kampanye #ShowYourPores agar audiens mencintai kulitnya sendiri sembari fokus untuk melakukan perawatan, alih-alih menutupinya.

“Punya jerawat itu normal. Punya pori juga normal,” ucapnya.

  • Apple: Shot on iPhone
Source: YouTube Apple

Kampanye Shot on iPhone sebenarnya sudah berjalan sejak 2015. Bahkan, music video Selena Gomez untuk lagu Lose You to Love Me sepenuhnya shot on iPhone, tepatnya iPhone 11 Pro. MV tahun 2019 itu merupakan salah satu bentuk kebanggaan Apple akan kameranya. 

Masih menjalankan kampanye tersebut, Apple belum lama ini merilis video Shot on iPhone 14 Pro dengan tema Chinese New Year. Bahkan, brand apel tergigit itu juga mengunggah behind-the-scene (BTS) dari produksi konten itu.

Source: YouTube Apple

Selain menonjolkan kebolehan kamera iPhone terbaru, menjalankan kampanye Shot on iPhone sesuai tema selebrasi Imlek memperlihatkan bahwa Apple mendukung keberagaman dalam bermasyarakat. Pasalnya, orang Asia kerap memperoleh perlakuan diskriminatif di Amerika Serikat. Mempromosikan produk sekaligus menggasak isu sosial, bisa dibilang Apple melakukan peribahasa two birds with one stone atau sambil menyelam minum air.

Sebagai pelaku bisnis, dapatkah Anda memperoleh inspirasi dari contoh social media campaign di atas? Setiap brand mampu menonjolkan keunikan identitasnya masing-masing, sehingga tercipta kreasi memikat bagi audiens. Bagaimana dengan campaign yang akan Anda rencanakan? Sambil memikirkannya, Anda pun dapat menggunakan jasa social media agency untuk mendukung taktik pemasaran bisnis secara profesional. Jangan takut untuk mencoba, karena praktik social media marketing memang sarat akan eksperimen!

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Kaylina Ivani

Digital Marketing Specialist at Penulis.ID