Jangan Pernah Lakukan Teknik SEO Kuno yang Tidak Lagi Efektif Ini!

content marketing di Indonesia
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Menerapkan teknik SEO memang bisa dibilang mudah, namun tak semua orang bisa melakukannya. Mudahnya adalah ketika teknik yang Anda temukan benar-benar efektif dan Anda lakukan lagi dan lagi. Karena tidak semua orang dapat melakukannya, Anda pun jadi ahli. Namun sayangnya, teknik tersebut tidak akan bertahan cukup lama mengingat perkembangan mesin pencari yang selalu berubah-ubah. Google contohnya, hampir setiap saat selalu membuat perubahan baru dengan algoritmanya.

Saat ini sudah banyak metode SEO yang ketinggalan zaman dan, sekali lagi, tak semua orang tahu dengan hal ini. Kami di sini ada untuk mengingatkan Anda agar tidak melakukan hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Lalu, metode SEO apa saja yang sudah kuno dan tidak lagi efektif? Berikut ini ulasan tips SEO yang dulu populer namun kini sudah tidak efektif lagi.

 

Metode 1: Keyword lebih penting, bukan klik

Keyword memang penting, apalagi untuk mengarahkan mesin pencari kepada situs kita. Bahkan sering kali orang berlomba-lomba menempatkan kata kunci sebanyak mungkin dalam konten atau landing page mereka. Hanya keyword-keyword pendek dengan banyak search volume yang dimasukkan di konten blog atau landing page. Menariknya, keyword tersebut dimasukkan begitu saja, mentah-mentah. Ya, hal ini memang sangat efektif, sekitar 6-7 tahun yang lalu.

Sayangnya, saat ini pengguna internet lebih cerdas bila dibandingkan dengan dulu. Mereka lebih suka judul yang spesifik. Sebagai contoh, keyword ‘kamar hotel’. Dalam Keyword Planner, frasa tersebut memiliki banyak riwayat pencarian. Namun, orang sekarang lebih suka keyword ‘kamar hotel murah di kota Surabaya’ atau ‘kamar hotel terbaik di kota Malang’. Berapa orang dari Anda yang lebih memilih keyword tersebut? Intinya, keyword pendek sudah tidak berlaku.

Butuh lebih dari sekedar keyword biasa untuk memancing klik pada audiens Anda. Ubahlah keyword mentah Anda dengan sesuatu yang lebih menggugah. Dalam isi konten pun, bila keyword terdiri dari dua kata atau lebih, tidak perlu harus jadi satu. Google memiliki algoritma yang mampu mencari padanan kata untuk keyword tertentu. Tips SEO untuk Anda: jangan segan gunakan keyword long-tail yang memang berguna untuk audiens Anda.

 

Metode 2: Anchor text menuju internal links yang berlebihan

Memasang banyak anchor text yang mengarahkan pembaca ke artikel lain dalam domain yang sama memang memberi dampak positif terhadap ranking search engine. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, Google tampaknya menghindari hal ini dan bahkan menghukum konten dengan anchor text yang spammy, manipulatif, atau berlebihan.

Akan lebih bagus apabila anchor text diletakkan di bagian navigasi, footer, sidebar, di dalam konten, atau lebih bagus lagi bila Anda menyatukannya dengan kata-kata yang ada dalam konten sehingga terlihat mengikuti alur dan sering diklik oleh pembaca. Namun bila Anda memang sengaja membuat link tersebut ada tanpa dapat digunakan oleh pembaca atau bahkan sengaja membuatnya tak terlihat karena memang khusus untuk search engine, Anda dalam masalah besar. Bisa saja situs Anda tidak masuk dalam ranking, bahkan di-blacklist oleh Google.

content marketing di Indonesia
Photo credit: maxpixel.freegreatpicture.com

 

Metode 3: Halaman untuk tiap varian keyword itu teknik SEO kuno

Taktik SEO ini faktanya masih banyak digunakan oleh banyak orang hari ini, karena memang sangat efektif dalam kurun waktu yang cukup lama. Ide dasarnya adalah membuat variasi keyword, dimana nanti akan dimasukkan ke dalam page yang berbeda satu sama lain meskipun bedanya hanya satu atau dua kata.  Sekitar 4-5 tahun lalu, tips SEO ini masih bekerja.

Berkat adanya teknologi Hummingbird, ditambah lagi dengan RankBrain, Google semakin cerdas memilih topik mana yang lebih pas. Anda tak perlu lagi membuat 4 halaman berbeda dengan satu keyword yang nyaris sama karena hanya akan dilihat satu page oleh Google. Akan lebih indah bila keempatnya masuk dalam satu page yang menarget semua keyword tersebut. Padukan semua keyword dalam satu konten secara cerdas. Jadikan headline, judul, meta description, apapun yang akan mendukung satu page tersebut menjadi sesuatu yang terbaca oleh Google.

 

Metode 4: Microsite ganda, domain terpisah, atau domain terpisah dengan audiens dan topik yang sama

Banyak orang menggunakan alamat domain yang berbeda-beda untuk mengarahkan ke satu domain yang sama. Misalnya, nasi.com, makannasi.net, dan makanasi.shop. Mungkin Anda akan memasang semua domain ini ke situs Anda. Konotasinya, semakin banyak jaring yang ditebar, maka semakin banyak ikan yang ditangkap.

Sayangnya, ini bukan masalah menjaring ikan. Hal yang Anda lakukan sama saja, Google akan menganggapnya sebagai satu domain. Misalnya, Anda membagi situs Anda ke tiga domain berbeda. Nentinya, tiga domain tersebut dihitung satu. Ranking domain ini juga bernilai sepertiga. Jadi, tiga kali sepertiga, hasilnya satu. Sama saja. Yang diuntungkan oleh teknik seo ini, jelas hanya penjual domain.

 

Metode 5: Menggunakan keyword pada domain

Hingga saat ini, orang yang menggunakan keyword pada domain masih banyak. Padahal, Teknik SEO ini sudah dilakukan sejak 15-20 tahun yang lalu! Coba Anda cari domain seperti caramengatasidiare.com atau caramengobatidiare.net, pasti masih aktif hingga sekarang. Begini, misalnya Anda yang mencari ‘cara mengatasi diare’, ketika Anda melihat domain seperti itu, pasti Anda akan mengabaikannya. Ini karena domain ini tidak terdengar seperti sebuah brand bahkan tidak mudah untuk mengingatnya. Tak heran bila Anda akan memilih domain yang kelihatannya lebih kredibel, kompeten, atau mungkin lebih branded. Inilah kenapa Anda tidak boleh menggunakannya lagi.

Daripada menggunakan keyword untuk domain, akan lebih indah bila keyword diletakkan di dalam konten. Selain tidak akan dianggap sebagai sampah oleh banyak orang, konten yang dapat Anda kembangkan juga lebih luas, tidak terbatas pada keyword tersebut. Teknik SEO ini lebih efektif di mata algoritma baru Google.

 

Metode 6: Linkbait yang tidak fokus dan non-strategis

Tips SEO yang terakhir ini masih sering digunakan oleh banyak orang namun mereka tidak sadar akan hal tersebut. Strategi ini dapat disebut juga sebagai linkbait yang tidak fokus dan non-strategis. Idenya adalah tidak terlalu penting topiknya apa, tapi konten ini harus disukai banyak orang meskipun tidak cocok dengan brand yang dijual. Promo brand diletakkan di bagian bawah, berharap orang akan melihat. Ya, teknik SEO seperti ini masih sering dijumpai.

Harus kami akui, hal ini memang efektif untuk menjaring audiens. Namun hal ini justru mematikan brand Anda sendiri. Orang tidak akan memahami apa sebenarnya yang Anda jual di situs Anda. Oleh karena itu, buatlah topik yang memang masih relevan dengan brand Anda. Sangat direkomendasikan konten-konten yang membangun sisi positif dari brand Anda sehingga orang merasa tertarik. Sederhananya, buatlah konten ‘pencitraan’ sebaik mungkin dan serelevan mungkin.

 

Itulah beberapa teknik SEO yang sudah kuno dan tidak efektif lagi. Bila Anda masih menggunakannya, sebaiknya hentikan segera karena hal ini benar-benar membuang waktu Anda. Sebaliknya, manfaatkan perkembangan tersebut untuk membangun strategi content marketing yang tepat guna.

Jangan ragu untuk meminta bantuan ahli dalam menentukan strategi SEO yang tepat untuk bisnis Anda. Sebab, seperti yang dikatakan di awal, tak semua orang mampu melakukan dan menerapkan strategi SEO. Namun di tangan ahlinya, hal tersebut tak akan jadi masalah.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Ricza Try Wicaksono

Project Manager at Penulis.ID
Adventurer and Project Manager of Penulis ID