5 Tips Mencegah Burnout di Tempat Kerja

tips-mencegah-burnout
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

We’ve all been there: minggu baru baru saja datang, tetapi Anda sudah berharap agar weekend segera datang. Ditambah selama beberapa pekan ini Anda merasa lelah dan kehilangan motivasi tanpa tahu pasti apa penyebabnya. Di tempat kerja, Anda sering melihat jam untuk mengecek berapa lama lagi Anda bisa pulang. Hal-hal tersebut menunjukkan gejala-gejala klasik burnout.

 

Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan burnout? Lalu apa tips mencegah burnout yang efektif?

Istilah burnout pertama kali diperkenalkan oleh Herbert J. Freudenberger, seorang psikologis asal Amerika. Ia menggunakan istilah burnout untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang.

Jadi, siapa saja bisa merasa lelah. Namun, biasanya burnout menyerang orang-orang yang memiliki komitmen sangat tinggi terhadap pekerjaannya. Rasa lelah biasa bisa diatasi dengan istirahat, tetapi orang yang mengalami burnout juga merasakan kekecewaan mendalam.

 

Jadi, apa bedanya dari stres?

Stres sering kali terjadi dalam jangka waktu pendek dan biasanya disebabkan oleh perasaan bahwa Anda tak bisa mengontrol pekerjaan. Anda bisa merasa stres selama beberapa hari berturut-turut, terutama jika Anda sedang mengerjakan proyek besar atau dikejar banyak deadline. Namun, begitu proyek selesai dan deadline berhasil ditepati tepat waktu, biasanya stres akan menghilang dengan sendirinya.

Sedangkan, burnout biasanya menyerang seseorang dalam jangka waktu panjang. Seseorang bisa mengalami burnout ketika ia merasa bahwa pekerjaan yang ia lakukan tak memiliki arti apa pun, ketika ia tidak “terhubung” dengan apa yang dikerjakan, atau ketika terjadi perubahan yang dianggap buruk—misalnya seperti ketika atasan favorit memutuskan resign dari kantor atau saat beban kerja memuncak melebihi kemampuan.

Saat terserang burnout, produktivitas Anda bisa menurun drastis. Tak hanya berpengaruh pada karir, hal tersebut juga akan berdampak buruk pada tim dan perusahaan. Anda bahkan akan mencari-cari alasan agar bisa mengambil cuti dari kantor. Jika Anda tidak mencegah burnout, maka bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti insomnia hingga depresi. Karenanya, Anda bisa melakukan beberapa tips mencegah burnout berikut ini untuk mengatasinya.

 

Belajar Mengenali Gejala-gejala Burnout

Tips satu ini lebih cocok diterapkan untuk para atasan, manajer, atau team leader. Namun, bukan berarti karyawan biasa tidak bisa menerapkannya pula. Masalahnya, ketika beban kerja sedang tinggi, akan sulit bagi Anda untuk mengecek bagaimana performa dan kondisi anggota tim Anda. Tidak semua orang yang terkena burnout mampu mengenali kondisi tersebut. Maka, penting bagi Anda sebagai atasan untuk mengenalinya agar bisa mengambil tindakan.

Misalnya, ketika Anda memperhatikan karyawan A terlihat begitu bersemangat dalam mengerjakan tanggung jawabnya, pastikan bahwa ia tidak menangani hal-hal lebih dari kemampuannya. Dengan begitu, Anda bisa mengelola beban kerja yang ditampungnya agar bisa mencegah burnout.

Beberapa gejala burnout adalah memiliki sedikit energi dan enggan berangkat kerja, sering absen, merasakan sakit secara fisik seperti sakit kepala, mudah merasa tersinggung, menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuat, menjauh secara emosional dari rekan-rekan kerja, hingga memiliki pikiran untuk resign.

 

Lakukan Job Analysis

Saat Anda sedang memiliki beban kerja tinggi, di mana Anda harus terus bekerja tanpa henti sejak pagi hingga malam, Anda akan merasa sedang berada di atas treadmill yang tidak akan pernah berhenti. Hal ini sering kali memicu stres yang akan berujung pada burnout.

Salah satu tips mencegah burnout paling efektif adalah melakukan job analysis. Pertama, lihat kembali job description Anda. Cari tahu hal-hal apa saja yang harus diprioritaskan. Lalu, pahami strategi dan budaya yang berlaku di perusahaan. Hal ini akan membantu Anda memahami bahwa hal-hal yang Anda kerjakan pasti akan memberi sumbangsih kepada perusahaan. Mengetahui budaya perusahaan juga akan membantu Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Selain itu, cari tahu pula rekan-rekan kerja Anda yang menjadi karyawan unggulan di perusahaan. Coba perhatikan, apa yang membuat mereka mampu meraih kesuksesan di tempat kerja. Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa Anda memiliki resource yang memadai untuk memulai pekerjaan. Setelah itu, datangi atasan Anda untuk mengonfirmasi tentang prioritas pekerjaan yang harus Anda kerjakan lebih dulu. Pastikan pula bahwa Anda dan atasan memiliki pemahaman sama terhadap pekerjaan tersebut.

Dengan job analysis, Anda bisa mengetahui apakah pekerjaan tertentu sesuai dengan skill dan kemampuan Anda. Risiko burnout pun bisa sangat ditekan.

tips-mencegah-burnout

Tinggalkan Meja Kerja Sejenak

Ketika Anda mulai merasa bbenar-benar kehilangan kontrol terhadap emosi, apa pun itu penyebabnya, segera tinggalkan meja kerja Anda. Dilansir dari HubSpot, Adam Rapoport, editor-in-chief dari situs Bon Appétit, pernah mengatakan saran yang sangat bagus dalam artikel berjudul “25 Ways to Practice Self-Care”.

Melalui artikel tersebut, Rapoport mengatakan bahwa waktu untuk merawat diri sendiri bukan hanya tentang olahraga pada Sabtu pagi atau merilekskan diri sambil minum teh hijau pada Minggu sore. Rapoport merujuk pada kondisi ketika Anda berada di meja kerja pada pukul 15.18 dan merasa sangat lelah, atau ketika Anda melihat bagaimana rekan kerja Anda mendapat reward atas sesuatu yang tidak dikerjakannya. Itulah saat di mana Anda harus segera menjauh dan melakukan sesuatu.

Ketika mengalami hal serupa, Rapoport biasanya keluar untuk membeli kopi. Bukan karena ia ingin minum kopi, tetapi hanya karena ia butuh untuk keluar dari meja kerja. Bahkan setelah beli kopi, ia tak langsung kembali ke kantor. Rapoport berhenti sebentar di taman, duduk di sebuah bangku, dan merilekskan diri di sana.

 

Manfaatkan Fasilitas yang Disediakan di Tempat Kerja

Burnout memang sangat mungkin disebabkan oleh tempat kerja, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di sana. Misalnya, kantor Anda memiliki area outdoor yang cukup bagus. Sesekali cobalah untuk makan siang di sana atau berjalan-jalan selama beberapa menit ketika Anda merasa sedang sangat stres. Jika memungkinkan, daripada rapat biasa di dalam kantor dengan seorang rekan kerja, Anda bisa mengajaknya untuk meeting sambil berjalan santai di area outdoor tersebut.

Tips mencegah burnout berikutnya adalah dengan meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama rekan-rekan kerja yang jarang bekerja sama secara langsung dengan Anda. Manfaatkan momen untuk mengenal mereka lebih jauh lagi. Mengobrol dengan mereka bisa memberikan berbagai ide dan insight baru yang dapat berdampak positif pada performa kerja Anda.

 

Log Out Email Kantor Saat Sedang Tidak Bekerja

Tidak ada salahnya mengambil cuti selama beberapa hari, terlebih jika Anda sudah bekerja begitu keras berbulan-bulan ini. Namun, ketika sedang cuti atau liburan, usahakan untuk memisahkan diri dari segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Lagi pula, selama ini Anda bekerja keras agar bisa terbebas sejenak dari pekerjaan selama liburan, bukan? Maka, manfaatlah hal tersebut semaksimal mungkin. Log out lah dari akun email kantor Anda. Katakan kepada rekan kerja bahwa Anda akan cuti selama beberapa hari dan jika ada yang perlu dikerjakan, Anda akan menyelesaikannya sebelum cuti berlangsung.

Inti dari cuti atau liburan adalah berusaha untuk memisahkan diri dari pekerjaan selama beberapa waktu. Dengan begitu, Anda bisa kembali merasa benar-benar refreshed saat kembali bekerja. Gunakan waktu cuti untuk beristirahat, yang mana memang Anda butuhkan. Hal ini dapat meminimalisir risiko terjadinya burnout di tempat kerja.

 

Jangan biarkan burnout menghalangi Anda untuk memberikan performa kerja terbaik di perusahaan. Rasa lelah itu wajar, tetapi jangan paksakan diri untuk melakukan pekerjaan di luar batas kemampuan agar burnout tak menyerang. Semoga kelima tips mencegah burnout di atas bisa membantu Anda. Good luck!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Biru Cahya Imanda

Senior Editor at Penulis.ID
Book addicts and love to write about anything!

Latest posts by Biru Cahya Imanda (see all)