7 Kemungkinan Alasan Konten Video Anda Sepi Penonton

jadwal-konten-video
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Saat ini membuat vlog atau video blog menjadi tren populer yang berkembang pesat di seluruh dunia. Berbagai konten video yang menarik muncul setiap detik di Youtube. Ketatnya persaingan pada YouTube menuntut Anda lebih kreatif dalam membuat konten yang menarik minat pengguna Youtube. Sudah membuat banyak konten video namun sepi penonton? Anda mungkin berpikir, kenapa video Youtube sepi penonton, ya? Jangan khawatir, karena artikel yang telah dirangkum tim Penulis.ID ini akan mengulas tentang 8 alasan yang bisa menyebabkan konten video Anda sepi penonton.

Durasi terlalu panjang

Banyak vlogger yang populer seiring dengan makin banyaknya viewers dan platform ini juga menjadi lahan bagi YouTuber untuk mendapatkan income. Namun tidak sedikit didapati channel yang sepi penonton. Bisa jadi hal ini lantaran durasinya terlalu panjang. Membuat konten video YouTube tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan dan persiapan yang memadai. Apalagi bila tujuan Anda membuat channel Youtube adalah untuk kebutuhan bisnis, branding produk ataupun mendapatkan penghasilan

Durasi yang terlalu panjang dan dikerjakan dengan asal-asalan akan membuat penonton mudah bosan dan beralih ke channel yang lain. Persiapkan dengan matang konten Youtube Anda beserta durasi yang efektif. Bila Anda membuat video yang isinya mengenai tutorial, durasi yang singkat namun padat dan jelas akan berpotensi besar untuk menaikkan traffic. Carilah referensi bila Anda ingin membangun channel yang, menarik.

Tidak hanya unggahan video biasa, durasi juga sangat berpengaruh pada jumlah views Youtube Shorts. Durasi maksimalnya memang 60 detik, tapi bukan berarti Anda harus membuat video sepanjang itu. Bisa saja Anda hanya memanfaatkan 15 detik untuk menyampaikan pesan kepada audiens.

Topik kurang menarik

Kemungkinan yang menyebabkan konten video Anda sepi penonton berikutnya bisa disebabkan karena topik yang kurang menarik. Bila Anda memilih tema video yang sepi peminatnya, jangan heran bila video Anda sepi penonton. Anda bisa mengangkat topik tentang keahlian Anda kepada para audiens. Usahakan tema tersebut masih dalam kategori hiburan. Misalnya tutorial make up, tutorial bermain instrumen alat musik, traveling, tutorial memasak dan lainnya.

Karena pemirsa Youtube terdiri atas berbagai kalangan masyarakat, sebaiknya gunakanlah bahasa yang mudah dipahami, fokuslah pada topik agar tidak melenceng kemana-mana yang penonton merasa bosan. Jadilah kreatif dan lakukan inovasi agar konten Anda terlihat berbeda dan lebih segar bila dibandingkan konten video YouTube lainnya yang sudah ada. Pastikan Anda benar-benar menguasai tema tersebut dan buatlah dengan serius agar konten video terlihat profesional.

 

Target audiens konten video yang salah

Setiap kali Anda membuat konten visual, pertanyaan yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri adalah apakah konten ini menarik dan relevan dengan audiens Anda. Mulai bermacam-macam tutorial, video review, komedi, vlog, sampai membuat strategi marketing dengan video. Pertimbangkan apa yang ingin ditonton audiens Anda. Selain hiburan, solusi apa yang bisa ditawarkan untuk membantu mereka? Konten apa yang akan menarik perhatian audiens? YouTube bukan satu-satunya platform video dan bukan satu-satunya tempat di mana Anda akan menemukan audiens.

Pertimbangkan bahwa 45% orang, menonton video lebih dari satu jam di YouTube atau Facebook. Facebook adalah salah satu media sosial paling populer. Jadi jika Anda berfokus di YouTube saja, dan tidak membuat konten video di Facebook juga, Anda mungkin akan kehilangan sebagian potensi pemirsa. Penting untuk mencari tahu dimana segmen yang berbeda dari audiens target Anda menghabiskan waktu online mereka. Hal ini dapat membantu menentukan jenis video apa yang akan Anda buat dan di media mana video itu akan dibagikan.

Jadwal tidak konsisten

jadwal-konten-video
Penjadwalan harus konsisten. Photo Credit: Peter

Kemungkinan lain yang menyebabkan konten video Anda sepi penonton yaitu jadwal tayang yang tidak konsisten. Selain memerlukan kreativitas yang tinggi, konsistensi jadwal upload sangat diperlukan agar trafik tidak menjadi sepi. Mengunggah video secara rutin dan terjadwal bisa jadi salah satu trik untuk membuat para subscriber channel Youtube Anda tahu bahwa Anda serius dan konsisten.

Mengupdate jadwal tayang secara teratur akan dapat membuat suasana menonton video lebih nyaman.  Jangan sampai para subscriber kecewa karena jadwal tayang konten video Anda yang berantakan, atau bahkan tidak tayang dalam waktu yang cukup lama.

Tidak mempromosikannya di media lain

Sudah membuat konten video yang berkualitas dan menarik namun masih sepi penonton? Mungkin saja Anda tidak memperkenalkan channel Youtube yang Anda buat atau kurang maksimal dalam mempromosikannya di media lain. Promosi di media lain berperan penting untuk menaikkan trafik. Karena bisa jadi banyak audiens yang berminat dengan tema yang Anda angkat tapi sayangnya mereka tidak mengetahui konten Anda. Jangan berhenti dan cepat puas bila telah banyak mengunggah video dan hanya membiarkannya saja.

Rutinlah melakukan promosi channel Youtube Anda secara online dan offline sehingga akan lebih banyak audiens yang mengetahuinya.Jangan hanya mendiamkannya karena hal itu akan membatasinya untuk bisa dilihat khalayak. Mengubah video Facebook untuk channel lain bisa membantu mendorong engagement dan traffic.

Instagram bisa menjadi media promosi yang hebat karena akun bisnis dengan follower di atas 10ribu memiliki opsi untuk menambahkan tautan ke insta story yaitu see more atau swipe up. Hal ini bisa Anda manfaatkan sebagai alat untuk mengarahkan traffic ke situs YouTube.

Kurang mengoptimalkan konten video

Sama seperti halnya blog, ditengah persaingan ketat saat ini, video yang Anda unggah di YouTube perlu optimasi. Bila video Anda ada di posisi yang baik di search engine, hal ini akan berpotensi besar untuk mendapat lebih banyak viewers. Beberapa cara bisa Anda lakukan untuk melakukan optimasi video yaitu membuat judul video yang mampu menarik minat dan perhatian penonton,

Gunakan thumbnail yang menarik, Anda bisa juga menggunakan fitur Annotations yang berfungsi sebagai rekomendasi bagi penonton untuk menonton video Anda yang lainnya. Supaya tidak menganggu tampilan video, perhatikan peletakan Annotations dengan baik dan jangan sampai terlalu banyak jumlahnya.

Memberikan judul video yang jelas, akurat, dan ringkas adalah cara untuk mengoptimalkan konten Anda. Deskripsi dibatasi hingga 1.000 karakter dan ingat bahwa pemirsa membuka YouTube untuk menonton video, tidak untuk membaca banyak teks. Selain itu, YouTube hanya menampilkan dua atau tiga baris teks pertama, yang mencakup sekitar 100 karakter, sehingga memuat deskripsi di depan dengan informasi yang paling penting saja.

Tidak melibatkan emosi penonton

Kemungkinan lain yang menyebabkan konten video Anda sepi penonton yaitu karena video Anda tidak melibatkan sisi emosi penonton. Ketika penonton tidak merasakan sesuatu – misalnya senang, sedih, atau gembira. Jangan biarkan pemirsa merasa mereka hanya membuang-buang waktu atau merasa seperti tidak mendapatkan apapun setelah menonton konten video Anda. Dalam membuat konten, tentukan tujuan dan maksud di balik video itu. Apakah dimaksudkan untuk mengedukasi, berbagai atau menghibur?

Mintalah teman Anda menonton dan tanyakan apakah video tersebut membuatnya merasa seperti yang Anda harapkan. Jika tidak, tanyakan bagian mana dari video itu yang perlu diperbaiki. Jika responsnya kurang antusias, itu adalah indikasi bahwa Anda harus membuat konten yang lebih baik lagi. Pastikan pemirsa merasakan sesuatu sebagai tanggapan terhadap video Anda. Namun, hindari membuat konten video yang ofensif dengan sengaja atau dimaksudkan untuk menimbulkan emosi negatif yang tinggi hanya untuk mendapatkan reaksi pemirsa.

Perubahan tren

Berikutnya, alasan video sepi penonton tidak melulu karena kesalahan dari Anda selaku content creator. Nyatanya, beberapa topik memang cenderung hits pada masa-masa tertentu, lalu akan menurun di periode lain. Contohnya, topik warning resesi pasti hanya akan ramai ketika banyak yang membicarakannya. Ketika topik itu sudah mulai membosankan, kemungkinan viewers konten akan sisa sedikit saja. Ini sulit untuk dihindari, karena sifat social media memang dinamis.

Namun, Anda bisa meminimalkan risiko ini dengan memproduksi konten evergreen. Simpelnya, konten evergreen adalah tipe konten yang tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan. Jika Anda berkecimpung di bidang kecantikan, Anda bisa membuat video dengan topik urutan memakai skincare, cara memakai lip tint, dan topik tak lekang oleh waktu lainnya.

Setelah menyimak ulasan terkait kenapa video Youtube sepi penonton, siapkah Anda merencanakan konten selanjutnya? Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda dalam membuat konten video yang menarik dan lebih banyak ditonton sehingga. Jangan menyerah, ya! Kalau butuh bantuan, Anda dipersilakan untuk mendiskusikan kebutuhan Anda dengan social media agency yang ahli di bidangnya.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Nisrina Darnila

Junior Writer Penulis.ID

Latest posts by Nisrina Darnila (see all)