Kesalahan Blogger Pemula yang Biasa Dilakukan dan Cara Mengatasinya

2016-06-28-1467144390-9166476-blogging
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sejak beberapa tahun yang lalu, kita sudah memasuki era digital. Tentu ada banyak perubahan yang terjadi, salah satunya dari bidang pekerjaan. Sebelumnya, profesi sebagai seorang blogger dipandang sebelah mata karena dianggap begitu “mudah”. Padahal, jika orang-orang tersebut diminta untuk menjadi seorang blogger dan menulis konten yang berkualitas, belum tentu mereka bisa melakukannya.

Kini, sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi apabila Anda mendapatkan jawaban “blogger” ketika bertanya tentang pekerjaan pada seseorang. Blogger malah menjadi salah satu primadona karena merupakan kunci dari kesuksesan digital marketing. Semakin banyak orang yang tertarik untuk mendalami profesi satu ini dan tidak keberatan untuk mempelajarinya dari awal. Kesalahan pun menjadi hal yang wajar dilakukan dalam prosesnya. Namun, Anda bisa meminimalisirnya dengan mengetahui beberapa kesalahan blogger pemula dan cara mengatasinya berikut ini.

Menuliskan Seluruh Ide yang Didapat

Ketika Anda mulai melakukan blogging, berbagai ide akan menghampiri Anda pada waktu-waktu yang tidak menentu, misalnya saat sedang menerima telepon, jogging, atau mandi. Meskipun datang pada momen yang tidak menentu, ide-ide tersebut sama sekali tidak random. Namun, hanya karena Anda menilai bahwa suatu ide memiliki potensi bagus untuk dikembangkan, belum tentu ide tersebut bagus untuk kepentingan perusahaan atau brand Anda.

ds-idea_

Photo Credit: designshack.net

Ingatlah bahwa alasan Anda melakukan blogging adalah untuk mengembangkan bisnis, jadi pastikan agar setiap postingan blog yang Anda tulis bisa mendukung tujuan bisnis. Postingan blog harus memiliki relasi terhadap industri yang Anda geluti dan menjawab kegelisahan dari para target audiens Anda. Jika memiliki masalah dalam menentukan tujuan bisnis atau bingung bagaimana harus meng-cover isu tertentu, mintalah pendapat pada atasan Anda. Apabila perlu jadwalkan pertemuan dengan seseorang dari tim sales untuk mendengar berbagai pertanyaan yang sering mereka dapatkan. Dari usaha tersebut, Anda akan mengetahui tujuan mana yang harus dicapai dan ide seperti apa yang harus dieksekusi.

Topik Terlalu Luas

7650739472_6b93ee2c1f_o

Photo Credit: undergradeeasier.com

Kesalahan blogger pemula kedua yang juga sering dilakukan adalah topik penulisan yang terlalu luas. Ketika memulai blogging, para pemula biasanya menuliskan topik-topik “besar” seperti “tips marketing media sosial” atau “cara mendapatkan penghasilan dari internet”. Topik-topik tersebut bukannya salah, hanya saja terlalu luas. Karena ada terlalu banyak detail yang bisa dieksplor dalam topik-topik tersebut, susah untuk membahas setiap detailnya dalam satu postingan blog. Terlebih, topik-topik yang spesifik mampu menarik target audiens yang lebih tepat, yang mengindikasikan tingginya kualitas tulisan dan kemungkinan untuk menjadikan audiens sebagai lead pun lebih besar.

Tidak Menggunakan Data sebagai Bukti

Meyakinkan orang melalui tulisan bisa dikatakan lebih susah daripada melalui ucapan. Dalam tulisan, Anda tidak mendapat bantuan dari aspek-aspek non-verbal untuk meyakinkan target audiens Anda, seperti tatapan mata, gerakan tangan, nada bicara, dan lain sebagainya. Anda harus menyusun sedemikian rupa agar tulisan Anda memiliki efek meyakinkan yang sama dengan komunikasi verbal. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk meyakinkan pembaca melalui postingan blog Anda?

feature

Photo Credit: blogs.ptc.com

Gunakan data sebagai pendukung pernyataan Anda. Sayangnya, hal inilah yang sepertinya dilupakan sehingga sering menjadi kesalahan blogger pemula. Hindari hal tersebut dan mulai cantumkan data yang relevan pada setiap postingan blog Anda. Anda bisa menggunakan data untuk mengarahkan pembaca pada argumen utama Anda dan menunjukkan relevansi topik atau sebagai bukti pendukung di tengah postingan.

Penulisan yang Terlalu Kaku

Menulis postingan blog sangat berbeda dari menulis esai, tetapi mayoritas blogger pemula justru menerapkan gaya penulisan esai pada postingan blog mereka. Padahal, gaya penulisan esai bukanlah gaya menulis yang biasanya dinikmati orang-orang. Lagipula, kebanyakan orang yang melihat postingan Anda tidak akan membaca keseluruhan isinya. Apabila ingin membuat mereka tetap tertarik, Anda harus mendorong mereka untuk tetap membaca dengan gaya penulisan yang memang enak untuk dibaca.

355677-book-writing-generic

Photo Credit: zeenews.india.com

Sebaiknya, Anda menulis seperti ketika sedang berbicara. Ya, mungkin ada beberapa yang perlu disesuaikan dan kemungkinan besar Anda akan lebih conversational atau chatty ketika menulis, tetapi tidak apa-apa. Justru akan semakin banyak orang yang menikmatinya. Ingatlah bahwa target audiens Anda ingin melakukan bisnis dengan orang sungguhan, bukannya robot. Menulis dengan gaya esai hanya akan menimbulkan kesan kaku yang membuat pembaca enggan membaca keseluruhan postingan blog.

Selesai Menulis, Selesai Tanggung Jawab

Hanya karena kata-kata yang Anda susun di kepala terdengar begitu mengalir, bukan berarti hal tersebut juga pasti akan terjadi ketika dituangkan dalam tulisan. Sayangnya, hal tersebut yang lebih sering ditemukan pada kesalahan blogger pemula sehingga mereka memutuskan untuk tidak mengedit tulisan mereka sendiri.

writing-828911_1920

Photo Credit: pixabay.com

Untuk hal ini, Anda perlu mengingat perkataan Ernest Hemingway, seorang penulis literatur klasik, “Write drunk, edit sober.” Anda boleh saja menulis seperti orang yang sedang mabuk dan membiarkan sepuluh jari mengetikkan kata demi kata seiring dengan ide yang mengalir di kepala. Di sisi lain, Anda juga harus tetap mengedit tulisan tersebut setelah selesai. Bahkan seluruh penulis berpengalaman pun masih diharuskan untuk mengedit tulisan mereka sendiri. Namun, kali ini, ketika memasuki proses editing, hilangkan rasa “mabuk” dari diri Anda. Luangkan waktu untuk membenarkan berbagai typo, kalimat-kalimat yang timpang, dan berbagai kesalahan lain. Pastikan pula agar tulisan Anda mengalir sehingga enak dibaca.

Tidak Menulis Secara Konsisten

Anda mungkin sudah cukup sering mendengar bahwa semakin sering Anda melakukan blogging, semakin banyak traffic yang akan Anda terima pada website, yang tentunya akan berujung pada lebih banyak leads dan subscribers. Terdengar menggiurkan memang, tetapi hal lebih penting yang harus Anda perhatikan adalah konsistensi, terlebih jika baru memulai blogging. Apabila Anda mem-publish lima postingan dalam minggu pertama dan hanya satu atau dua postingan pada beberapa minggu setelahnya, Anda akan susah untuk membentuk konsistensi yang dibutuhkan. Selain itu, hal tersebut juga akan membuat subscribers Anda bingung.

consistency-is-key

Photo Credit: elitetrack.com

Untuk membantu Anda dalam menetapkan konsistensi, Anda membutuhkan suatu strategi perencanaan. Gunakan kalender editorial untuk membantu Anda. Setiap awal bulan, tetapkan topik apa saja yang akan Anda bahas dalam postingan blog Anda. Adanya kalender editorial tidak hanya membuat Anda mampu melakukan blogging secara konsisten, tetapi juga bisa membantu Anda melakukan scheduling postingan apabila Anda mendadak menemui halangan yang membuat Anda tidak bisa mem-post tulisan di blog.

 

Satu hal lagi yang perlu Anda perhatikan agar tidak melakukan kesalahan blogger pemula, bahwa tulisan blog Anda tidak akan pernah bisa sempurna. Akan selalu ada hal-hal yang Anda bisa lakukan untuk membuatnya lebih baik. Mungkin harus ada lebih banyak gambar, penyusunan kata-kata yang sebenarnya bisa lebih baik lagi, data yang harus ditambahkan, dan lain sebagainya.

Daripada terus berkutat dengan hal tersebut, sebaiknya Anda meminta beberapa orang untuk membacanya. Apabila mereka memberikan feedback yang positif, hilangkan kekhawatiran Anda dan segera submit tulisan Anda. Happy writing!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Biru Cahya Imanda

Junior Writer at Penulis.ID

Latest posts by Biru Cahya Imanda (see all)