5 Strategi Marketing Konvensional yang Bisa Diterapkan pada Media Sosial

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Di tengah perkembangan era digital, banyak hal yang dulunya dilakukan secara konvensional kini beralih dengan internet. Tak terkecuali untuk kebutuhan marketing. Saat ini banyak perusahaan dan brand menggunakan strategi digital marketing dengan memanfaatkan media sosial. Tapi, hal ini tidak berarti strategi marketing secara konvensional mati. Beberapa strategi marketing sampai saat ini masih dapat diterapkan dan memberi hasil yang efektif. Apa saja strategi marketing yang efektif? Inilah 5 strategi marketing konvensional yang bisa diterapkan pada media sosial yang telah dirangkum oleh tim Penulis.ID.

 

Networking

Strategi marketing konvensional yang bisa diterapkan pada media sosial pertama adalah networking. Meskipun perkembangan teknologi berjalan begitu pesat, networking dan memperluas jaringan masih berperan penting untuk mensukseskan strategi marketing dari bisnis Anda. Networking merupakan metode yang terbukti paling efektif karena Anda dapat memperoleh banyak relasi dan kenalan baru yang berpeluang untuk menjadi calon klien yang potensial bagi bisnis Anda. Tak berhenti sampai disitu, Anda juga berpeluang untuk mendapatkan referral. Selalu ingat bahwa orang akan lebih bersedia untuk melakukan bisnis dan bekerja sama secara profesional dengan orang yang telah direferensikan pada mereka atau pernah mereka temui sebelumnya.

Taktik networking bisa dilakukan dalam banyak acara meeting, konferensi yang memang disiapkan untuk ajang penjualan dan juga tempat dimana audiens target Anda berada. Misalnya di acara atau event lokal. Agar Anda sukses melakukan marketing dengan taktik networking, kuncinya yaitu fokus selalu pada lawan bicara. Hindari langsung memperkenalkan produk Anda atau mempromosikan bisnis. Tetapi pertama- tama tanyakan apa masalah yang dia hadapi atau kebutuhan apa yang dicari, kemudian baru tawarkan bisnis dan produk yang Anda miliki sebagai solusi unuk mengatasi masalahnya. Ketika melakukan networking, siapkan sebanyak mungkin kartu nama dan beri nilai tambah dalam kartu nama tersebut agar orang-orang tertarik untuk menyimpannya. Anda bisa mencantumkan daftar free stuff atau freebies dibelakang kartu nama atau bisa juga untuk menyertakan kupon diskon pada kartu nama.

 

Riset secara menyeluruh

Strategi marketing konvensional yang bisa diterapkan pada media sosial yang kedua adalah lakukan riset secara menyeluruh. Marketing melalui media sosial harus didukung dengan platform analitik. Riset berperan penting untuk mencapai kesuksesan strategi marketing dalam bisnis Anda. Anda wajib menjalankan riset pasar yang bertujuan untuk mencari informasi tentang selera pasar serta hal apa yang saat ini sedang tren. Bila Anda mengetahuinya maka rencana dan strategi marketing untuk memasarkan produk dan bisnis Anda akan berjalan lancar. Banyak manfaat yang bisa didapatkan bila Anda melakukan riset pasar secara menyeluruh sebelum meluncurkan produk bisnis Anda.

Dengan diadakan riset Anda akan nengetahui bagaimana kebiasaan di pasaran. Sehingga nantinya dalam menentukan strategi untuk marketing produk akan lebih terarah dan tepat sasaran. Hal ini akan mengehemat waktu, material serta tenaga Anda sehingga lebih efisien. Anda akan mengetahui arah konsumen sehingga strategi dan langkah yang akan Anda terapkan lebih terencana dan terukur. Dengan riset pasar, bagaimana cara yang paling efektif untuk marketing produk akan diketahui. Jadi, budget yang Anda miliki bisa dihemat sekian persen karena Anda melakukan taktik pemasaran yang efektif dan dibutuhkan.

 

Langsung menuju ke inti

Special MetroCard released by MTA New York City Transit in conjunction with I Love NY to promote tourism in areas that have come back after Hurricane Sandy, photographed on Thu., October 24, 2013.
Photo: Marc A. Hermann / MTA New York City Transit
Photo Credit: Wiki

Strategi marketing konvensional yang bisa diterapkan pada media sosial yang ketiga adalah langsung menuju ke inti. Sebagai seorang marketer yang selalu berada dalam aktivitas marketing atau pemasaran, Anda pastinya kerap melihat ide-ide pemasaran baru atau aktivitas marketing yang. Beberapa diantaranya perlu untuk diterapkan, dan beberapa diantaranya mungkin tidak perlu. Misalnya, slogan “I ❤ New York” dihitung dalam jumlah kata dan desain minimal, namun logo ini sangat efektif dan menggambarkan pendekatan langsung untuk periklanan.

Dalam buku How to advertise, yang ditulis Maas dan Kenneth Roman, buku itu menjelaskan bahwa pemirsa biasanya akan memberikan perhatian dalam lima detik pertama. Pesan ini sangat berguna untuk strategi pemasaran video yang ada di dunia media digital saat ini, di mana rentang perhatian audiens sangat singkat. Sehingga Anda harus segera menarik perhatian pemirsa secepatnya, atau berisiko kehilangan mereka sepenuhnya.

 

Menggunakan branding yang tepat

Menggunakan gambar atapun visual yang indah adalah cara yang bagus untuk meningkatkan strategi marketing di media sosial. Terutama karena visual dapat membantu dalam menyampaikan informasi dengan lebih ringkas dan padat. Marketer harus memastikan bahwa foto dan gambar mampu mewakili brand. Jika memungkinkan, tambahkan logo dan logotype pada gambar. Lakukan konsistensi karena hal ini akan membantu para follower mengenali brand Anda di platform media sosial apa pun.Ketahui konteks dengan tepat karena konteks yang salah dapat membuat brand yang tampak tidak bagus.

Konteks yang salah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada citra brand.Untuk mendapatkan konteks yang benar, terapkan sisi positif pada taktik pemasaran Anda. Misalnya Wells Fargo yang mengadaptasi iklan televisinya sehingga optimal juga untuk Facebook. Karena pemirsa cenderung lebih menyukai konten yang lebih pendek dan dapat menonton video secara sederhana melalui ponselnya. Marketer media sosial harus beralih dengan melakukan lintas-posting atau promosi silang di berbagai platform media sosial, dengan konten yang disesuaikan untuk setiap platform.

 

Melibatkan audiens lebih jauh

Mengajukan pertanyaan kepada audiens adalah cara yang bagus untuk membuat follower terlibat dan meningkatkan visibilitas kampanye iklan Anda. Misalnya seperti kampanye #TripsOnAirbnb dari Airbnb. Untuk mendapatkan interaksi di media sosial, Airbnb meminta para pengikutnya untuk menggambarkan liburan sempurna mereka dalam tiga emoji. Tidak hanya prompt yang menghasilkan ratusan tanggapan, tetapi Airbnb terus melanjutkan interaksi dan percakapan dengan menanggapi setiap pengiriman dengan saran Experience Airbnb. Banyak langkah inovasi marketing yang terbukti sukses di era digital sekarang ini karena perusahaan tersebut melibatkan pelanggannya dalam tahap pengembangan produk dan juga aktivitas marketing tertentu.

Bila melihat kisah sukses dibalik perusahaan raksasa seperti Lego ataupun Starbucks, saat ini para marketer cenderung lebih serius untuk meningkatkan partisipasi pelanggan atau peran audiens dalam aktivitas pemasaran perusahaan. Hal ini karena di era digital ini, perusahaan dapat memantau semua suara konsumen melalui berbagai platform media sosial. Jadi, kesuksesan marketing dalam era digital marketing tergantung bagaimana marketer melibatkan audiens dan pelanggan dalam aktivitas. Penelitian yang dibahas pada Journal of Marketing, “The Effectiveness of Customer Participation in Product Development” menyimpulkan bahwa masukan dari audiens dan pelanggan adalah sesuatu yang berharga.

 

Itu dia 5 strategi marketing konvensional yang bisa diterapkan pada media sosial yang telah dirangkum oleh tim Penulis.ID. Popularitas marketing berbasis internet memang meroket namun bukan berarti Anda harus strategi marketing yang konvensional tidak dapat diterapkan. Anda bisa memadukan strategi marketing konvensional dan digital marketing untuk menjangkau audiens yang lebih kuat dan memperoleh hasil yang maksimal.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
The following two tabs change content below.

Inas Twinda

Inas adalah penulis senior di Penulis.ID. Dia telah membantu berbagai perusahaan seperti Traveloka dan Bukalapak untuk memproduksi artikel demi keperluan konten marketingnya.